“Gunungan” Syukur di Altar: Merayakan Berkat dan Pertobatan dalam Ibadah Undhuh-Undhuh GKJ Sidareja

Published by

on

Suasana di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Sidareja pada Minggu, 14 September 2025, terasa begitu kental dengan nuansa budaya dan rasa syukur12. Jemaat hadir dengan mengenakan busana daerah seperti kebaya, beskap, dan batik, menciptakan pemandangan warna-warni yang melambangkan keragaman serta penghargaan terhadap tradisi2. Perayaan ini merupakan Ibadah Undhuh-Undhuh Gabungan, sebuah tradisi syukur atas hasil panen dan berkat Tuhan yang melimpah.

1. Simbol Keberkahan: Gunungan Hasil Bumi

Daya tarik utama dalam ibadah ini adalah kehadiran “Gunungan” raksasa yang tersusun rapi dari berbagai hasil bumi4…. Mulai dari sayuran hijau, wortel, cabai, terong, hingga buah-buahan seperti jeruk dan nanas, semuanya ditata mengerucut menyerupai gunung.

Gunungan ini bukan sekadar dekorasi, melainkan simbol persembahan jemaat atas kesuburan tanah dan rezeki yang mengalir3. Dalam prosesi ibadah, gunungan ini dibawa menuju altar sebagai wujud syukur kepada Sang Pencipta68. Setelah ibadah selesai, jemaat biasanya melanjutkan dengan kegiatan lelang hasil bumi tersebut, di mana penjualannya digunakan untuk mendukung pelayanan gereja.

2. Tema Teologis: Berkat atas yang Bertobat

Ibadah yang didominasi warna liturgi hijau ini mengusung tema “Berkat atas yang Bertobat”. Melalui perenungan dari Injil Lukas 15:1-10, Pdt. Handono Prasetyo Wardono mengingatkan jemaat melalui perumpamaan domba yang hilang dan dirham yang hilang.

Pesan utama yang disampaikan adalah:

  • Sukacita Surgawi: Ada sukacita besar di surga dan di antara malaikat Allah ketika satu orang berdosa bertobat.
  • Integritas dalam Merawat: Pertobatan tidak hanya soal mengakui kesalahan, tetapi juga tentang memulihkan relasi dengan sesama dan alam semesta1617. Kita dipanggil untuk bertanggung jawab merawat tanah, air, dan udara yang telah Tuhan anugerahkan.
  • Menghilangkan Kesombongan: Datang ke gereja bukanlah untuk menyombongkan keberhasilan hidup, melainkan dengan hati yang penuh kerendahan untuk dipulihkan

3. Kepedulian Nyata: Program Rogo Rumanti

Di tengah kemeriahan syukur, GKJ Sidareja tetap menunjukkan sisi kemanusiaannya melalui warta tentang pelayanan Rogo Rumanti2. Pelayanan ini merupakan wujud kehadiran gereja dalam peristiwa duka, di mana setiap warga gereja yang meninggal dunia mendapatkan bantuan peti dan perangkat liturgi secara gratis2. Biaya pelayanan ini, yang berkisar antara Rp2,5 hingga Rp2,8 juta per orang, sepenuhnya diambil dari persembahan kasih jemaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *