GKJ Sidareja menyelenggarakan serangkaian ibadah Paskah dan Prapaskah 2025 dengan tema pengorbanan serta kasih Kristus. Kegiatan meliputi perjamuan kudus, peneguhan pendeta, renovasi gedung, hingga pembekalan guru sekolah minggu. Jemaat diajak setia melayani dan menjadi saksi iman.
Perjalanan Iman GKJ Sidareja: Dari Debu Menuju Kemenangan dan Kesaksian Hidup
Perjalanan liturgis jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Sidareja merupakan sebuah ziarah spiritual yang mendalam, membawa setiap pribadi melintasi refleksi diri, pengorbanan, hingga kemenangan kristus yang membangkitkan semangat pelayanan.
Awal Perjalanan: Penyesalan dan Penguatan di Masa Prapaskah
Ziarah ini dimulai dengan Rabu Abu, sebuah momen penting untuk membarui hati dengan mawas diri. Melalui penorehan abu, jemaat diingatkan bahwa manusia hanyalah debu di hadapan Tuhan, namun dipanggil untuk masuk dalam laku pertobatan yang jujur. Memasuki Prapaskah 1, jemaat diajak untuk menghadapi aneka godaan dengan meneladani Yesus yang menang atas cobaan iblis di padang gurun melalui ketaatan pada firman.

Perjalanan berlanjut pada Prapaskah 2, di mana tema merengkuh salib Kristus menjadi pusat perenungan. Salib bukan hanya simbol penderitaan, tetapi juga jalan damai sejahtera yang harus dipeluk dengan iman yang teguh di tengah problematika dunia. Pada Prapaskah 3, jemaat mendalami makna mengalami anugerah Allah dalam pertobatan, menyadari bahwa keselamatan adalah pemberian cuma-cuma yang menuntut buah kehidupan yang nyata.
Mendekati puncak penderitaan Kristus, Prapaskah 5 membawa pesan untuk menyadari dan merespon kasih tak terhitung. Seperti Maria yang meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu, jemaat diajak memberikan yang terbaik sebagai wujud syukur atas kasih Tuhan yang melimpah. Akhirnya, masa prapaskah ditutup dengan Prapaskah 6 (Minggu Palmarum), di mana jemaat menyambut hadirnya Tuhan sebagai Raja Damai yang siap memasuki Yerusalem hati kita masing-masing untuk membawa pemulihan.
Pekan Suci dan Fajar Kemenangan

Pada ibadah Kamis Putih, suasana haru menyelimuti perjamuan kudus dengan tema melayani dengan hati. Teladan Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya mengajarkan jemaat untuk merendahkan hati (berek) agar dapat menjadi berkat (barak) bagi sesama.
Puncak dari segala penantian adalah Minggu Paskah. Dengan tema mengingat, percaya, dan menjadi saksinya, jemaat merayakan kubur kosong yang membuktikan bahwa maut telah dikalahkan. Paskah menjadi momen rekonfirmasi iman bahwa Kristus hidup dan jemaat diutus untuk mewartakan kabar kebangkitan tersebut ke seluruh dunia.


Masa Paskah: Transformasi Menjadi Saksi yang Setia
Kemenangan Paskah tidak berhenti di hari Minggu saja, melainkan berlanjut dalam rangkaian ibadah Paskah ke-2 hingga ke-7 yang transformatif:
- Paskah ke-2: Mengambil teladan Thomas, jemaat diajak beralih dari sanksi (keragu-raguan) menjadi saksi yang percaya sepenuhnya meski tidak melihat secara fisik.
- Paskah ke-3: Fokus pada pemulihan dalam perjumpaan, meneladani Petrus yang dipulihkan melalui percakapan mendalam (deep communication) dengan Yesus di tepi pantai.
- Paskah ke-4: Jemaat diutus untuk menjadi gembala yang siap mendampingi (poimen), menjaga dan menuntun sesama agar tetap berada dalam perlindungan Gembala Agung.
- Paskah ke-5: Menekankan identitas murid Kristus melalui tema menjadi saksi kemuliaan-Nya, di mana ciri khas utamanya adalah saling mengasihi tanpa pamrih.
- Paskah ke-6: Mengingatkan bahwa segala perubahan berawal dari mendengarkan firman Tuhan sebagai landasan untuk hidup dalam kasih yang nyata.
- Paskah ke-7: Sebagai penutup perjalanan, jemaat diajak untuk terlepas dari belenggu ego, perpecahan, dan ketidakpercayaan diri. Melalui ilustrasi kepingan puzzle, jemaat diingatkan bahwa meskipun berbeda-beda, setiap orang adalah bagian unik yang harus bersatu dalam kasih Kristus agar gambar kemuliaan Allah terpancar sempurna melalui gereja-Nya.
Kiranya perjalanan iman ini terus menguatkan GKJ Sidareja untuk menjadi saksi-saksi kebangkitan Kristus yang hidup dan berdampak bagi lingkungan sekitar. Tuhan memberkati.


Leave a Reply